…dee Blog…


Keadaan orang mukmin
July 15, 2009, 9:10 am
Filed under: Hadist

Dari Abu Yahya yaitu Shuhaib bin Sinan Radhiyallahu’anha katanya: Rasulullah Shalallahu’alaihi Wa Sallam bersabda:

“Amat mengherankan sekali keadaan orang mu’min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seseorangpun melainkan hanya untuk orang mu’min itu belaka, yaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, iapun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya, sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran – yakni yang merupakan bencana – iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya.” (Riwayat Muslim)
Sumber: riyadhus-shalihin



Dari Gaza hingga Jakarta (Teater Pelangi)
January 12, 2009, 9:10 pm
Filed under: Cerita-cerita, Islamic

hamas1

Assalamu’alaykum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh…

Bismillahirahmanirrahim,

Detik-detik di Palestine memang tak pernah dapat dilewatkan begitu saja, setiap detak jam terus mengisyaratkan sesuatu, setiap harinya selalu terdengar deru senapan mesin, ledakan-ledakan entah itu tank zionis israel yang tak tahu diri sedang latihan perang di pemukiman warga palestine, atau hanya sekedar granat tangan yg dilempar ke arah anak-anak pelajar palestine.

Diawal subuh, seorang pejuang tengah terduduk hening, menghayati tiap dentang waktu dan lafadz Illahi, seorang mujahid yang tak pernah lelah dalam memerangi kaum-kaum kuffar yg mencoba mencaplok tanah lahirnya masih asyik dalam menyelami ayat-ayat Alloh dalam mushafnya, diawal subuh..beliau masih mencoba untuk tegar dalam menghadapi ujian kehidupan tanpa keluhan, dia lah Syaikh Ahmad Yasin….dan ia pun bangkit untuk pulang dari masjid itu, dengan dibantu beberapa pejuang lainnya, akhirnya beliau menumpang mobil untuk pulang…

Sementara selepas adzan subuh, beberapa pilot-pilot heli apache milik tentara setan itu telah menyalakan mesin-mesin mereka dan terbang mencari target baru untuk dihancurkan,

dipusat komando “……..get in position and wait for my call..crrrhhhhcccchh….”, “…roger that…cchhhrrrccchh”, dalam deru rotor baling-baling apache, sang pilot berkata “…come out…come out…where ever you are,,,…” dan ternyata ada kontak dari asisten pilot yg ada disebelahnya, “….enemy spotted….”, sang pilot kembali berucap dan tersenyum dengan senyum yg mengerikan “...ok, lets do this…, lock and load…” dengan seketika roket pun meluncur dan….BUMMMMM…

Assisten Pilot : “….neutralize…, good one sir…”

Pilot : “…yeahh….”

dan dari heli lainnya berkata “…good job team…”

Pilot : “…hang to the safety zone….repeat….hang to the safety zone…cccrrrhhh…”

Pusat Komando : “….roger that….cchhhrrrrchhh…”

Assisten Pilot : “….ok sir, lets go….”

deru mesin setanpun menghilang dalam kabut kelam rudal mereka, dalam pekatnya subuh yg masih membayang dihari itu,,,

dan dibawah sana diantara besi-besi mobil yg diledakkan, diantara sisa asap ledakan,telah syahid pejuang besar di Palestine, ya beliau lah Syaikh Ahmad Yasin… Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun… slamat tinggal pejuang kami… slamat tinggal, semangatmu takkan pernah padam dan akan terus melekat didalam dada kami….

disudut kota yang lain,

Beberapa pelajar dan pemuda tengah melakukan aktifitas seperti biasanya di siang itu, dan tiba-tiba seseorang berlari dan ,,,“…Zionis…zionis….israel datang…israel datang….”, mereka kaget setengah mati dan mencoba untuk lari ketika mereka melihat dibelakang mereka tentara setan itu telah mengejar mereka dengan menenteng senjata…mereka mencoba lari…namun tanpa sadar…dari arah depan mereka….“…dor…dor…dor…” tembakan peringatan, seketika itu pula mereka semakin panik, akibat kepungan itu beberapa pemuda tertangkap, terjadilah dialog sengit :

Prajurit setan 1 : “apa kamu HAMAS ?, jawab…apa kamu HAMAS ? “

Pemuda 1 : “bukan saya hanya ingin ke masjid…”

Prajurit setan 1 : “..dasar pembohong…(dan pemuda tadi pun ditendang)

Prajurit setan : “Kamu HAMAS ? “

Pemuda 2 : “bukan, saya pelajar….lepaskan kami”

Prajurit Setan 2 : “….ah dasar kalian semua sama saja…”..dor…”

prajurit setan itu menembak kakinya,… dan dengan sombongnya berkata…

Prajurit setan 1 :  ” kalian para rakyat palestine…maupun seluruh umat muslim didunia ini, takkan pernah mampu menghancurkan kami para prajurit israel, kami tahu, suatu saat kalian akan menghancurkan kami, tapi tidak untuk saat ini , tidak kali ini,,, bukan masanya bagi kalian untuk membunuh kami para Yahudi, kami tahu suatu hari nanti batu dan pohon pun bersaksi bahwa kami Yahudi ada dibelakang mereka…tapi tidak,,,,kalian hanya dapat membunuh kami ketika jumlah jamaah shalat subuh kalian di Masjid, sama banyak seperti saat kalian sedang shalat Jum’at.

Prajurit 2 : “dan ingat ini, kami para tentara israel takkan bosan-bosan menghabisi dan menghancurkan negri kalian hingga anak cucu kalian..

Prajurit 1 : “hey you…bawa pemuda itu ksini, and you…(menunjuk ke prajurit lainnya) ..tembak dia”

Prajurit 2 : “yes sir…”

Pemuda 3 : “Allohu Akbar…..sungguh ini lah jalan yang Alloh kehendaki untukku, dan aku tak takut dengan kematian, Allohu Akbar….”

Prajurit 3 : “aarrghhh…banyak omong….”

dan…..“…..dor……”

Prajurit 1 : “..good job, headshot eh…, dan, oh iya kamu bawa kamera, mari kita berfoto diatas mayat bodoh ini…”

Begitulah salah satu dari banyaknya kekejaman tentara Laknatullah Israel…dan hari itu berakhir dengan ditawannya pemuda palestine yg masih hidup…

(semoga kalian tetap istiqomah dan tetap bersabar wahai mujahid…)

Sementara itu dibelahan bumi yg lain, dinegara yg terkenal gemah ripah loh jinawi, di sebuah kota yg bernama JAKARTA, mahasiswa dari berbagai universitas tengah melakukan aksi demo menentang kekejaman israel,…

esok harinya, disebuah perpustakaan kampus, terlihat seorang pemuda Palestine tengah duduk membaca, dan tanpa sadar seseorang tengah menepuknya…
Azzam : Assalamu’alaykum akh…

Fadhil : Wa’alaykumsalam, oh…ternyata antum toh akh..ngagetin aja…

Azzam : masih aja baca buku ni, masih kekeuh ga mau bantu saudara-saudara antum dikampung halaman?

Fadhil : hhh…kita dah sering debat masalah ini kan akh…

Azzam : iya cuma masa antum ga mo tergerak sdikitpun si untuk sekedar bantu-bantu untuk meringankan beban saudar2 antum disana ?

Penjaga perpustakaan : “Ehm…maaf mas, ini perpustakaan”

Azzam : “hehehe…maaf pak”

Fadhil : antum ga tau kondisi sebenarnya disana akh…

Azzam : iya, ane sadar, ane ga tau kondisi sebenarnya disana, tapi lihat akh, lihat..tuh dikoran, tuh di tv, kami semua peduli ah dengan nasib kalian, antum lihat, kita semua menggalang dana, membuat acara-acara kepedulian untuk negara antum, demonstrasi untuk negara antum, tapi antum sendiri malah asik duduk baca buku..

Fadhil : Syukron akh…atas semua bantuan antum dan seluruh penduduk muslim dinegeri antum, syukron untuk semua bantuan yg telah antum berikan kepada kami…tapi bukankan antum dan temen2 antum juga sudah terbiasa untuk demo, ada masalah sdikit demo, ada BBM naik demo, ada BHP demo lagi….

Azzam : aduh akh…itu masalah lain, yg terpenting itu masalah negara antum akh…kita harus jihad, ga kayak antum malah duduk doank diperpus…

Fadhil : akh…Antum ga tau kondisi sebenarnya disana, dan jihad itu ga harus slalu perang…

Azzam : Rasulullah bahkan bersabda akh…”umat muslim dengan muslim lainnya itu bagaikan satu tubuh, kalau yang satu sakit, maka yg lainnya juga merasakan sakit”

Fadhil : (dengan kesal menutup buku dan dengan nada tinggi…)AKHI….antum belum pernah kan melihat adik antum sendiri, didepan mata antum kepalanya pecah tertembus peluru, antum ga pernah kan melihat didepan pandangan antum teman antum hancur berkeping keping karena lontaran rudal mereka, antum ga pernah kan melihat bagaimana sakitnya kehilangan orang tua yg mati karena terlindas tank saat mencoba melindungi antum….sakit akh, hati ane sakit…ane pun benci setengah mati dengan para israel, namun tidak semua harus ikut berperang, bahkan Rasulullah pun pernah berpesan untuk menyisakan beberapa pemuda untuk menuntut ilmu demi menyebarkan syi’ar islam? antum ga tau akh gimana sakitnya hati antum saat menggendong adik antum yg tertembak tentara israel kerumah sakit ketika mereka pulang dari sekolah…antum ga tau akh…(dan fadhilpun menangis, lalu mencoba menghapus air matanya untuk kembali ke raut wajahnya yg dingin…)

Azzam : pokoknya tekad ane dah bulat, ane mo jihad ke negri antum, assalamu’alaykum…

Fadhil : wa’alaykumsalam…

Beberapa hari kemudian azzam kembali datang ke perpustakaan ketempat Fadhil biasa membaca, sambil membawa tas dan beberapa perlengkapan lainnya…dan mereka kembali berbincang…

Azzam : Assalamu’alaykum…

Fadhil : Wa’alaykumsalam…antum mo kemana akh, banyak banget yang dibawa…

Azzam : ane mo pamit,…

Fadhil : ha? pamit kemana (sambil menutup buku)

Azzam : ane mo jihad ke negeri antum, Assalamu’alaykum dil…

Fadhil : zam…azzam…jangan…

Azzam berlari menjauh dan tersenyum didalam hatinya sudah ada tekad yg bulat untuk membela negeri sahabatnya itu…

selang beberapa minggu setelah Azzam pamit, Fadhil masih tetap bersikap seperti biasanya, dan di hari itu, didalam perpustakaan fadhil kembali dikagetkan ketika ia membaca, kali ini bukan azzam yg menegurnya, namun petugas perpustakaan…. “dhil, aya surat yeuh…dari azzam, buat kamu…”.

Dengan penasaran Fadhil membuka surat sahabatnya yang tengah berada di negeri kampung halamannya,….dan Fadhil membacanya,

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Sahabatku Fadhil di Indonesia,

Akhi, pertama-tama ane ingin mengabarkan bahwa ane baik-baik saja di negeri antum, meski agak lecet sana-sini, semoga antum baik-baik saja di sana. Akhi, ternyata antum benar, bahwa ane ga tau apa-apa tentang negeri antum, sungguh dhil…baru sminggu hari ane disini ane dah ga brani keluar rumah, peluru bolak balik diatas kepala ane saat tentara setan Israel itu menyerbu tempat pengungsian para warga Palestine, ternyata anak-anak kecil yang sekarang dan terluka parah hingga mati itu ga hanya sekedar tontonan, semua nyata.

Fadhil sahabatku, doakan ane agar ane dapat kembali ke Indonesia dengan selamat, antum benar…bahwa jihad tak selamanya harus berperang, kita memiliki pos masing-masing, demikian surat ane, skali lagi doakan ane ya akh…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Sahabatmu Chairul Azzam

Fadhil melipat kembali surat dari sahabatnya itu, dan kembali membaca, namun kali ini pikiran Fadhil tak setenang biasanya, ada kecamuk yg begitu berat dihatinya, haruskah aku kembali, atau tetap disini di Indonesia…

beberapa hari kemudian setelah Fadhil menerima surat Azzam, ia pun bergegas merapikan beberapa pakaian dan beberapa perbekalan secukupnya, dan Fadhil berangkat dengan wajah berbinar seraya berucap “hup…Bismillah”, dalam perjalanan ternyata Fadhil berjumpa dengan penjaga perpustakaan, “assalamu’alaykum dhil….mau kemana kamu ? tumben bawa tas nya agak penuh gitu isinya? mang mau kemana sih ?”

Fadhil : “wa’alaykumsalam Pak, ah ga kemana-mana koq pak, cuma mau Rihlah (jalan-jalan tuk refreshing) aja koq pak (sambil tersenyum)

Penjaga Perpustakaan : “rihlah kamana, koq tumben rihlah-rihlah sagala, biasanya kamu betah duduk diem sambil baca disini?”

Fadhil : “ke Gaza Pak (tersenyum riang), sudah dulu ya pak, wassalamu’alaykum”

Penjaga perpus : %@#&@^#!@#&*

Dan Fadhil pun pergi ke Gaza dengan wajah tanpa dendam, bukan sebagai fadhil yg selama ini terlihat dingin…. Slamat jalan Fadhil… kau harus kembali, sampai kemenangan hadir dinegeri mu…

Tamat.

Lakon ini di perankan oleh :

Nyang jadi Sutradara : Anwar

Syeikh Ahmad Yasin : Firman

Nyang bikin Heli : Aji

nyang Maenin Lampu : Fadil

Tentara Setan 1 : Abdee

Tentara Setan 2 : Andika

Tentara Setan 3 : Nahar

Pemuda 1 : Rizka

Pemuda 2 : Fadil

Pemuda 3 : Aji

Nyang jadi Azzam : Anwar

Penjaga Perpus : Budi

Nyang jadi Fadhil : Fadil

Nyang Korlap Demo : Weda

Nyang Pada Demo : Weda, Budi, Rizka, Aji, indra, Fuad

Nyang Juru Photo : Weda

Nyang ngatur Sound : Anwar, Abdee

dan seluruh anggota team teater Pelangi, mohon maaf kalau ada yg belum disebut, maklum lupa….hehehehe

Terima kasih atas nama Team Teater Pelangi Politeknik Negeri Jakarta kepada Panitia Simposium Internasional “Dari Jakarta Hingga Jalur Gaza” yang diselenggarakan di UI gedung PSJ hari minggu kemarin.

Wassalamu’alaykum.



Jual Buku-Buku ISLAM
August 17, 2008, 9:10 pm
Filed under: Pengumuman

Bismillahirrahmanirrahim.

Kemarin ane sempet ngobrol-ngobrol sama temen ane, udah lama ngga ketemu sama kawan lama, dan ternyata dia buka usaha menjual buku-buku Islami untuk semua kalangan tapi kata temen ane untuk semetara website nya masih dalam proses pembenaha, nah kalo antum semua pengen mampir dan mesen buku islami mungkin bisa klik disini. Oia nama toko buku Online nya ZEMOZA. selamat berbelanja…



Cinta
June 12, 2008, 9:10 pm
Filed under: Cerita-cerita

Bismillahirrahmanirrahim.

BEGITU BURUKKAH CINTA?

Sore ini ane tidak ada niatan untuk posting di blog ane ini, hanya saja ane sedang ingin memuntahkan sedikit unek-unek yang sedang ada di otak ane. Sebuah hal sangat complicated, njelimet, dan begitu sulit dimengerti, yap itulah hal yang slama ini kita kenal dengan kata CINTA. Tidak sedikit pujangga yang didalam karyanya mencoba untuk mengungkapkan makna dari cinta yang mereka alami, dan tidak sedikit para penulis novel, pembuat film bahkan anak-anak yg suka mencoret-coret tembok yang mengapresiasikan kata cinta dengan karya mereka sendiri-sendiri.

Sayangnya begitu banyak orang-orang yang terjerumus kedalam lembah kemaksiatan hanya karena alasan cinta, bahkan tidak sedikit orang yang bunuh diri hanya berawal dari kata cinta. Lalu apakah sedemikian buruknya makna dari cinta??? Tidak, cinta tidak buruk hanya saja manusianya itu sendiri yang membuat cinta terlihat buruk.

Indahnya Cinta dunia berakhir kedalam Neraka

ane coba kutip dari sebuah puisi Kahlil Gibran :

“Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku… sebengis kematian… Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…, di dalam pikiran malam. Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman” (Kahlil Gibran),

“Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya” (Kahlil Gibran)

Begitu indah bukan??? yup begitu indah dikala kita sedang tertusuk panah asmara yang bernama “cinta”, maka hati akan begitu berbunga-bunga saat seseorang yg antum cintai berkata demikian. Namun harap diingat bahwa saat kita mencintai hanya berdasarkan kepentingan dunia maka hanya dunia lah yang akan kita dapat…

Cinta dunia, hanya akan identik dengan nafsu, diawali dengan pandangan, berpegangan, saling merangkul, berpelukan, ciuman, dan berakhir pada kata zina…begitu dahsyatnya syaitan menjerumuskan kita kedalam jurang neraka hanya karena alasan “cinta”. Tanpa terasa segala bujuk rayu syaitan yang membisiki kita dari segala arah akan membuat kita mengarah ke perzinahan.

Tidakkah kita mengingat sabda Rasulullah SAW bahwa : “Pandangan itu adalah anak panah beracun dari anak-anak panah iblis, siapa saja yang menghindarkannya karena takut kepada Allah, ia akan dikaruniai oleh Allah keimanan yang terasa manis di dalam hatinya” (HR. Hakim)

Ternyata Rasulullah pun sudah jauh-jauh hari mengingatkan kita akan bahayanya pandangan, lalu mengapa kita masih juga berani menatap lawan jenis kita, begitu berani mempertontonkan aurat nya dikhalayak ramai? demi uang kah? ketenarankah? atau kembali lagi… demi cinta??? Begitu piciknya kita hingga mengorbankan keimanan demi sebuah kata cinta.

Tanpa terasa kita akan terbawa lebih jauh kedalam lembah kenistaan, yah… tanpa kita ga sadar karena  semua berawal dari bercakap-cakap, bercanda, dan akhirnya jatuh kedalam cinta yang membabi-buta… Tidak sedikit wanita-wanita yang hamil diluar nikah, bahkan tega menggugurkan kandungan hasil dari “cinta” mereka…. lalu itukah cinta??? mengorbankan segalanya demi kepuasan duniawi?? mengrobankan Keluarga, teman, saudara, bahkan keimanan kita??? Telah ditegaskan didalam Al-Qur’an :

“katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” (QS. An Nur 24 : 30-31)

Lalu apa yang seharusnya kita lakukan terhadap kata CINTA ?

Pernah beberapa kali ane menglami rasa cinta terhadap seorang wanita,  dari awal hingga yang kesekian kalinya berakhir dengan mengecewakan, bahkan dampak dari itu semua masih membekas hingga detik ini. Begitu dahsyat pengaruh syaitan terhadap mata ini, hingga segala rupa sang wanita terlihat indah, cantik… hingga akhirnya ane sadar (dan sadar saat putus) bahwa ternyata selama ini, mereka yang ane idam-idamkan ga canti-cantik banget, ga sesempurna saat ane ngerasa jatuh cinta, kenapa? karena itu lah syaitan..yg selalu membuat terlihat indah.

“Ia (setan) berkata : karena Engkau telah menyesatkan aku, maka aku akan menghiasi mereka (manusia) di bumi dengan kejahatan dan aku akan meyesatkan mereka semua”(QS. AL Hijr 15 : 39)

Ingat akan usia membuat ane menjadi sadar, bahwa ane ga selamanya hidup didunia ini, masih ada hal-hal yang lebih urgent dibandingkan mencari kata cinta. Sekarang ane akan berbicara tentang cinta kepada Alloh SWT, penguasa alam, pemegang nyawa kita semua…ane sadar ga ada yang lebih indah dan lebih bermakna bahkan lebih menguntungkan selain cinta kepada Alloh SWT. mengapa?? Karena Alloh lah pemilik segala yg ada dimuka bumi ini.

Disaat kita mencintai seseorang, tanyakan kepada diri kita, seberapa besar cinta kita terhadap Alloh dibanding cinta kita terhadap si dia. Mana yang lebih besar? saat kita mampu mengukur diri kita bahwa kita tidak sanggup menahan segala bentuk godaan syahwat, maka berpuasalah jika kita belum mampu menikah, karna dengan berpuasa nafsu kita akan mudah kita kontrol, namun bila kita merasa mampu… ya sudah,,, tunggu apa lagi nikah aja langsung… ngapain pacaran.

Ane pernah bertanya ke teman ane saat dia baru menikah, “gimana kang rasanya nikah??” dan dia menjawab… “wah ane nyesel…, nyesel banget….knapa ga dari dulu aje ane nikah”. Nah terbuktikan kalau nikah itu lebih baik dari sekedar pacaran yang justru banyak ngundang dosa.

Jauh dari cinta dunia, cobalah kita mencintai Alloh SWT dengan segenap ahti kita, mencintai Alloh melebihi apapun, hingga Alloh mencintai kita sebagai hambanya….

“Sungguh, jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memanggil Jibril, lalu berfirman: ‘Aku sungguh mencintai si Fulan, cintailah ia!’. Maka ia pun dicintai penghuni langit. Kemudian ia diterima di bumi. Sebaliknya jika Allah membenci seorang hamba, maka Allah akan memanggil Jibril, lalu berfirman: ‘Aku sungguh membenci si Fulan, bencilah ia!’. Maka, Jibril pun membencinya dan berseru kepada penduduk langit, ‘Sungguh, Allah membenci si Fulan, maka bencilah ia’. Lalu ia pun dibenci penghuni langit. Kemudian ia mendapatkan kebencian di bumi” (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi).



Ber-Nadzar….. Makruh atau Haram????
June 6, 2008, 9:10 pm
Filed under: Islamic

Bismillahirrahmanirrahim,

Kebanyakan dari kita, sering bernadzar ketika keinginan kita belum juga terwujud, dan kadang tanpa sadar kita ber-nadzar atau berjanji kepada Alloh SWT untuk melakukan sesuatu yang ternyata kita tidak sendiri tidak mampu untuk melaksanakan nadzar atau janji tersebut, dan sebenarnya apa sih hukum dari nadzar itu sendiri… semoga tulisan yang saya ambil dari www.almanhaj.or.id ini dapat menjadi sebuah pengetahuan tambahan bagi kita semua,,,

dan dibawah ini penjelasannya….

Hukum Nadzar : Makruh Atau Haram?

Jumat, 22 September 2006 14:35:05 WIB

HUKUM NADZAR : MAKRUH ATAU HARAM?

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Setelah seseorang menentukan nadzar dan arahnya ; apakah boleh seseorang merubahnya bila mendapatkan arah yang lebih berhak ?

Jawaban
Akan saya kemukakan mukadimah terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan tersebut, yaitu bahwa tidak semestinya seseorang melakukan nadzar, sebab pada dasarnya hukum nadzar itu makruh ataupun diharamkan sebab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya di dalam sabdanya.

“Artinya : Sesungguhnya ia tidak pernah membawa kebaikan dan sesungguhnya ia hanya dikeluarkan (bersumber) dari orang yang bakhil” [1]

Maka, kebaikan yang anda perkirakan terjadi dari nadzar itu, bukanlah nadzar itu sebagai penyebabnya.

Banyak orang yang bila sudah sakit, akan bernadzar untuk melakukan ini dan itu bila disembuhkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan bila sesuatu hilang, dia bernadzar untuk melakukan ini dan itu bila menemukannya kembali. Kemudian, bila dia ternyata disembuhkan atau menemukan kembali barang yang hilang tersebut, bukanlah artinya bahwa nadzar itu yang menyebabkannya akan tetapi hal itu semata berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan Allah adalah Mahamulia dari sekedar kebutuhan akan suatu persyaratan ketika Dia dimintai.

Oleh karena itu, anda wajib bermohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar disembuhkan dari sakit ini atau agar barang yang hilang ditemukan kembali. Sedangkan nadzar itu sendiri, ia tidaklah memiliki aspek apapun dalam hal ini. Banyak sekali orang-orang yang bernadzar tersebut, bila sudah mendapatkan apa yang dinadzarkan, kemudian bermalas-malasan untuk menepatinya bahkan barangkali tidak jadi melakukannya. Ini tentunya bahaya yang amat besar. Sebaiknya, dengarkanlah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut.

“Artinya : Dan di antara mereka ada orang yang berikrar kepada Allah : ‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian dari karuniaNya kepada kami, pasti kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih’. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karuniaNya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai pada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepadaNya dan (juga) karena mereka selalu berdusta” [At-Taubah : 75-77]

Maka berdasarkan hal ini, tidak semestinya seorang mukmin melakukan nadzar.

Sedangkan jawaban atas pertanyaan diatas, maka kami katakan bahwa bila seseorang bernadzar sesuatu pada arah tertentu dan melihat bahwa yang selainnya lebih baik dan lebih diperkenankan Allah serta lebih berguna bagi para hambaNya, maka tidak apa-apa dia merubah arah nadzar tersebut ke arah yang lebih baik.

Dalilnya adalah hadits tentang seorang laki-laki yang datang ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah bernadzar akan melakukan shalat di Baitul Maqdis bila kelak Allah menganugrahkan kemenangan kepadamu di dalam menaklukan Mekkah”. Maka beliau menjawab : “Shalatlah di sini saja”, kemudian orang tadi mengulangi lagi perkataannya, lalu dijawab oleh beliau, “Kalau begitu, itu menjadi urusanmu sendiri” [2]

Hadits ini menunjukkan bahwa bila seseorang berpindah dari nadzarnya yang kurang utama kepada yang lebih utama, maka hal itu boleh hukumnya.

[Fatawa Al-Mar’ah, dari Fatawa Syaikh Ibn Utsaimin, hal. 68]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini dkk, Penerbit Darul Haq]
_________
Foote Note
[1]. Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam kitab Al-Iman (6608,6609), Muslim di dalam kitab An-Nadzar (1639,1640).
[2]. Hadits Riwayat Abu Daud di dalam kitab Al-Iman (3305)

diambil dari http://www.almanhaj.or.id/content/1949/slash/0